Pasar

Hampir semua orang mengetahui apa itu pasar dan mungkin semua orang pernah pergi ke pasar. Di pasar, tentu saja aja pembeli dan penjual, baik itu menjual barang pakai, konsumsi, dan lain sebagainya. Di pasar terjadi transaksi antara penjual dan juga pembeli. Orang orang berdatangan ke pasar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik kebutuhan hidup sehari hari seperti makanan, minuman, sayuran, sabun mandi, atau juga kebutuhan yang tidak perlu dibeli setiap hari seperti pakaian, sepatu, dan lain sebagainya.
Selain terjadi transaksi jual beli, di pasar juga terjadi persaingan antar penjual. Persaingan yang terjadi bisa melalui barang dagangan, harga barang yang dijual, dan jenis jenis persaingan lainnya.
Persaingan yang beragam itulah menimbulkan adanya beragam juga jenis pasar persaingan. Berikut ini adalah beberapa jenis pasar persaingan:
- Pasar Persaingan Sempurna
Pada pasar persaingan sempurna, jumlah perusahaan sangat banyak dan jenis barang yang didagangkan adalah homogen. Sedangkan, tidak punya price taker atau kemampuan penetapan harga dan kemungkinan kelaur masuk industrinya sangat mudah (no barrier to entry) dan free entry, free exit. Syarat keseimbangannya: MR=MC. Bentuk kurvanya adalah horizontal (elastis sempurna). Keseimbangan jangka pendeknya bisa memperoleh laba super normal, laba normal, dan rugi minimum. Sedangkan keseimbangan jangka panjangnya adalah hanya memperoleh laba normal. Persaingan non harganya tidak ada. contoh pada kasus pasar persaingan sempurna hampir tidak ada, namun yang mendekati misalnya adalah pedagang DVV bajakan di Glodok.
- Pasar persaingan Monopolistik
Pada pasar persaingan monopolistik, jumlah perusahaannya banyak, dan jenis barang yang dijual adalah terdiferensi. Kemampuan penetapan harganya ada, tetapi kecil. Sedangkan, kemungkinan keluar masuk industrinya juga relatif mudah. Syarat keseimbangannya adalah MR=MC. Bentuk kurva pada pasar persaingan monopolistik iin adalah sangat elastis. Untuk keseimbangan jangka panjang, bisa mendapatkan laba super normal, laba normal, dan rugi minimum. Sedangkan, keseimbangan jangka panjangnya adalah hanya memperoleh laba normal. Persaingan non harga cukup besar, biasanya melalui iklan dan interpedensinya sangat kecil. Contoh untuk pasar persaingan monopolistik ini adalah pakaian, sepatu, kosmetik, dan lain lain.
- Pasa Oligopoli
Pada pasar oligopoli, jumlah perusahaannya hanya beberapa atau sedikit, dengan jenis barang yang homogen dan terdiferensi. Kemampuan penetapan harganya dengan kerjasama besar. tanpa kerjasama kecil. Untuk kemungkinan keluar masuk industrinya, hambatannya cukup besar. syarat keseimbangan pada pasar ini juga MR=MC. Sedangkan, bentuk kurvanya adalah kurva patah atau (kinked demand curve). Untuk keseimbangan jangka pendek, bisa memperoleh laba super normal, laba normal, dan rugi minimum, sedangkan untuk keseimbangan jangka pendeknya adalah bisa memperoleh laba super normal. Persaingan non harga untuk barang terdiferensiasi besar, sedangkan untuk barang homogen tidak. contoh untuk pasar oligopoli barang terdiferensiasi ini adalah otomotif, sedangkan barang homogennya adalah seperti semen, besi, kertas.
- Pasar monopoli
Pada pasar monopoli, jumlah perusahaan hanya satu, dan itupun dengan jenis barang yang unik dan tidak ada substitusinya. Untuk kemampuan penetapan harganya sangat besar (price maker) dan keluar masuk industrinya sangat sulit untuk masuk. Bentuk kurva untuk pasar monopoli ini adalah inelastis. Keseimbangan jangka pendek untuk pasar ini adalah bisa memperoleh laba super normal, laba normal, dan rugi minimum, sedangkan untuk keseimbangan jangka panjangnya adalah bisa memperoleh laba super normal. Persaingan non harga untuk pasar ini adalah tidak ada. contoh untuk pasar monopoli adalah PT. PLN.
Pasar | Maia Dianti | 5