Sejarah perang dingin

Dunia benar benar genting pada ratusan tahun yang lalu. setelah selesainya perang dunia I, lalu diteruskan dengan perang dunia II, dan ternyata muncullah perang dingin. perang dingin merupakan keadaan dimana terjadinya ketegangan, kompetisi, dan konflik diantara dua negara adidaya pada saat itu yang memenangi perang dunia II yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. perang dingin dalam istilah atau arti yang lebih sempit adalah keadaan saling ingin menang atau saling ingin berjaya dengan melakukan berbagai usaha baik yang positif maupun yang negatif. Namun tentu saja usaha yang positif adalah usaha yang baik dan benar. Dalam diri manusia sendiri sepertinya pernah mengalami yang namanya perang dingin, misalnya adalah saat pelajar berada di kelas, ia tidak ingin kalah pintar oleh temannya yang merupakan saingannya, dan sebagainya. Berikut ini adalah bagaimana terjadinya perang dingin:

Perang dingin dimulai saat Uni Soviet dan Amerika Serikat menjadi pemenang dalam perang dunia II. Dua negara adidaya tersebut terpecah menjadi dua blok, dan negara negara lain memihak salah satu blok sedangkan negara negara lainnya yang memutuskan untuk netral mendirikan Gerakan Non-Blok atau GNB. Kedua blok tersebut adalah:

- Blok Barat: Vietnam Selatan, Korea Selatan, Filipina, Thailand, Yunani, Turki, Jerman Barat, Meksiko, Kanada, Australia, Selandia Baru.
- Blok Timur: Vietnam Utara, Korea Utara, Kamboja, Laos, Mongolia, Hongaria, Rumania, Bulgaria, Cekoslovakia, Polandia, Jerman Timur, Kuba.

Yang terjadi pada perang dingin:

1. Pembentukan pakta pertahanan oleh kedua blok yang berseteru. Blok Barat yang dikuasai Amerika Serikat membentuk NATO, ANZUS, SEATO, dan METO. Blok Timur yang dikuasai oleh Uni Soviet tentu tidak mau kalah, mereka membentuk Pakta Warsawa.

2. Pembentukan Cominform atau Comunist Information Bureau di Beogard Yugoslavia sebagai wadah untuk kerjasama partai partai komunis Eropa.

3. Blok Barat memberikan Marshall Plan (Eropa Barat), Doktrin Truman (Turki, Yunani, dan Eropa Timur) sedangkan Blok Timur memberikan Molotov Plan, dan Comecon.

4. Terjadi perlombaan senjata nuklir yang membuat ngeri negara negara di dunia. Perlombaan senjata nuklir ini juga menyebabkan Perang Korea sebagai unjuk kekuatan senjata nuklir. Selain itu, juga menyebabkan timbulnya Insiden Teluk Babi, Kuba, dimana Uni Soviet memasang rudal rudal nuklirnya yang di arahkan kepada Amerika Serikat. AS yang mengetahui hal itu, maka diadakanlah hal hal berikut:

- Pernjanjian Non Poliferasi Nuklir, yaitu dimana AS, Inggris, dan Uni Soviet tidak menjual senjata senjata nuklirnya kepada negara yang tidak memproduksi nuklir.
- SALT I: kesepakatan pembatasan sistem militer anti nalistik
- SALT II: memusnahkan senjata nuklir yang memiliki daya ledah menengah.

5. Terjadi perang intelijen dimana AS mendirikan CIA dan Uni Soviet tidak mau kalah dengan mendirikan KGB. Masing masing tujuan adalah tentu untuk mengoreksi kelemahan saingannya atau lawannya.

6. Keterlibatan AS dan Uni Soviet meskipun tidak langsung di antara perang perang saudara yang terjadi di negara negara seperti Perang Korea, Perang Kamboja.

Perang dingin ini tentu menyebabkan dampak yang positif dan negati. Dampak positif dari perang dingin ini adalah:

- Dalam bidang ekonomi, dampaknya adalah menjadi adanya negara super power, perekonomian dunia banyak dipegang oleh para pemegang modal dan menginvestasikan modal modal di negara negara berkembang sehingga mereka juga mempekerjakan rakyat dengan upah yang saat itu masih relatif kecil.
- Dalam bidang militer, karena mereka sangat bersaing, maka mereka meningkatkan persenjataannya.
- Dalam bidang pengetahuan, IPTEK berkembang sangat pesat karena masing masing yang berseteru tidak ingin kalah satu sama lain sehingga melakukan berbagai kemajuan dan perkembangan. Selain itu, untuk masalah teknologi, pemerintah bersedia menggelontorkan dana yang besar agar kemajuan iptek negaranya.
- Dalam sosial budaya, isu-isu HAM mulai mengglobal.

Berakhirnya perang dingin:

Perang dingin berakhir karena Uni Soviet bubar. Amerika Serikat kehilangan rival atau saingan utamanya sehingga mereka mencari lawan lain. Seperti yang dikatakan oleh Samuel Hutington dalam bukunya yang berjudul Clash of Civilization, Islam dan Asia Timur menjadi sasaran selanjutnya.
Sejarah perang dingin | Maia Dianti | 5