Stratifikasi sosial

Istilah stratifikasi sosial mungkin pernah anda dengar dari sekitar anda terutama anda yang masih menempuh pendidikan di tingkat sekolah menengah atas, dalam pelajaran sosiologi ada istilah mengenai stratifikasi sosial. Namun, bagi anda yang jarang sekali mendengar istilah ini atau bahkan baru pertama kali mendengar istilah ini, padahal sebenarnya mungkin anda sedang mengalami stratifikasi sosial. Bisa dibilang, semua manusia yang sudah dewasa yang menjalankan kehidupan mengalami stratifikasi sosial baik yang ia sadari maupun secara tidak ia sadari.

Sebelum anda mengenal penjelasan stratifikasi sosial, anda mungkin pernah mengetahui penjelasan struktur sosial yang disana ada tingkatan atau kedudukan dalam masyarakat secara horizontal maupun secara vertikal.

Stratifikasi sosial dapat didefinisikan sebagai pengelompokan manusia dalam masyarakat secara vertikal atau bertingkat.

Menurut beberapa ahli, defini stratifikasi sosial adalah sebagai berikut:

- Pitirim A Sorokin: pembedaan masyarakat ke dalam kelas kelas bertingkat yang diwujudkan dalam kelas tinggi, kelas sedang, dan kelas rendah.
- Paul B Horton dan Chester L. Hunt: sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.
- Bruce J. Cohen: sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempelkan mereka pada kelas sosial yang sesuai.
- Robert M. Z. Lawang: penggolongan orang orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan, privilege, dan prestise.
- Soerjono Soekanto: pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan yang berbeda beda secara vertikal (atas ke bawah)

Dari definisi definisi tersebut, mungkin anda sudah mendapatkan gambaran mengenai stratifikasi sosial, yang secara garis besar memiliki arti pengelompokan manusia dalam masyarakat menurut kedudukannya secara vertikal.

Dasar dasar stratifikasi sosial antara lain adalah:

• Kekayaan (capital)
Wujud kekayaan dilihat dari harta benda yang dimiliki oleh seseorang. semakin banyak atau semakin besar kekayaan yang dimiliki oleh seseorang, maka status dalam stratifikasinya semakin tinggi.

• Kekuasaan (power)
Seseorang yang memiliki kekuasaan yang besar dapat menempatkannya dalam tingkat stratifikasi sosial yang tinggi.

• Kehormatan (privilege)
Seseorang yang sangat dihormati atau disegani dalam masyarakat dapat berada di tingkat posisi yang tinggi dalam lapisan sosial.

• Ilmu pengetahuan (science)
Seseorang dengan level pengetahuan yang tinggi dapat menempati stratifikasi sosial yang tinggi.

Macam macam stratifikasi sosial, antara lain:

- Diperoleh secara alami: usia, senioritas, jenis kelamin, sistem kekerabatan.
- Diperoleh berdasarkan usaha usaha tertentu: pendidikan, pekerjaan, kekayaan, dan ekonomi.
Stratifikasi sosial | Maia Dianti | 5