Politik Etis

Pergerakan Nasional bangsa Indonesia terasa terutama di kisaran tahun 1900-1942. Dalam masa penjajahan Indonesia oleh negara Belanda, banyak orang Belanda yang kejam dan licik, namun ada juga orang Belanda yang masih memiliki hati nurani dan justru berbalik membela Indonesia. Berikut ini adalah sepenggal kisah pergerakan nasional:

Politik Etis

Di tahun 1899, Van Deventer menerbitkan sebuah artikel yang berjudul Een Eereschuld (suatu hutang kehormatan) yang menyatakan bahwa Belanda berhutang budi kepada Indonesia. Beberapa tahun setelahnya yaitu di tahun 1901, Ratu Wilhelmina berpidato bahwa Belanda mempunyai kewajiban untuk mengusahakan kemakmuran sosial ekonomi bagi Hindia Belanda.

Van Deventer mengajukan Politik Etis. Politik etis ini didukung oleh adanya politik asosiasi Belanda. Politik Etis ini dilakukan dengan cara edukasi, emigrasi, irigasi. Lalu, Belanda membangun sistem irigasi, namun irigasi itu hanya dimanfaatkan untuk mengairi perkebunan Belanda saja. emigrasi adalah pemindahan penduduk Pulau Jawa dalam rangka untuk pemenuhan tenaga kerja perkebunan Belanda. Banyak yang dikirim ke Sumatra Timur, dan Lampung, bahkan hingga ke Suriname.

Jika ditinjau dari persoalan berikut, edukasi, emigrasi dan irigasi sangat baik bagi bangsa Indonesia jika dilakukan atau dilaksanakan dengan benar. Rakyat Indonesia yang dijajah oleh Belanda memang seharusnya diberikan edukasi atau pendidikan agar rakyat maju dan juga bisa menentukan nasibnya sendiri, misalnya keluar dari penjajahan dan mengusahakan kehidupannya juga untuk mengusahakan kemerdekaan dan kemakmuran negara Indonesia yang kaya akan sumber daya alam nya ini. selain itu, emigrasi juga baik untuk pemerataan penduduk, sehingga penduduk tidak menumpuk di salah satu pulau saja. selain itu, penyebaran penduduk seperti itu juga untuk kemajuan pulau pulau lain diluar pulau besar atau pulau yang sudah cukup maju. Irigasi juga tentunya baik bagi Indonesia jika Belanda juga mengairi perkebunan pribumi. Sekarang ini, pendidikan sudah bisa didapatkan dan menjadi hak setiap warga negara Indonesia, kita sebagai pelajar sebaiknya memanfaatkan hal tersebut sebaik baiknya untuk mengupayakan kehidupan yang baik untuk diri kita, juga untuk kemakmuran negeri sendiri dan juga menjadi anak bangsa yang berpengaruh dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Politik Etis | Maia Dianti | 5