Kerajaan Aceh

Masa pemerintahan bangsa Indonesia pada jaman dahulu memang tentunya berbeda dengan jaman sekarang. Jika pada saat ini Indonesia adalah negara yang dipimpin oleh presiden dan wakil presiden yang dibantu oleh para dewan dewan perwakilan dan juga oleh kepala kepala daerah, pada jaman dulu bangsa Indonesia adalah negara yang berdiri banyak kerajaan kerajaan. Dari mulai kerajaan bercorak Hindu dan Budha pada saat belum masuk dan tersebarnya agama Islam, kerajaan kerajaan dan masyarakat di Indonesia menganut ajaran Hindu ataupun Budha. Seiring berjalannya waktu dan banyak pergantian, kemunduran, dan keruntuhan kerajaan kerajaan, berdirilah kerajaan kerajaan yang bercorak Islam saat agama Islam sudah masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah Kerajaan Aceh.

Kerajaan Aceh ini didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah. Struktur kerajaannya adalah terdiri dari kekuasaan Uleebalang atau Hulubalang dan kekuasaan alim ulama. Karena pada tahun 1511 Kerajaan Malaka jatuh atau takluk ke tangan Portugis, Kerajaan Aceh semakin kuat kedudukannya. Di tahun 1537-1568, Sultan Alaudin Riayat Syah berupaya mengusir Portugis dari Malaka. Di tahun 1590, sufi yang juga seorang penyair terkenal yang bernama Hamzah Fansuri hidup pada masa Kesultanan Aceh. Syair syairnya adalah Syair Si Burung Pingai, Syair SI Burung Pungguk, Syair Sidang Fakir, Syair Dagang dan Syair Perahu.

Pada masa tahun 1607-1636 Kerajaan Aceh mencapai puncak keemasan ketika Sultan Iskandar Muda memerintah. Beliau juga berusaha untuk merebut Malaka dari Portugis namun gagal. Tata pemerintahan diatur undang yang bernama Meukuta Alam. Kejadian yang penting lainnya ada di tahun 1641-1675 saat ulama penasehat yang bernama Nuruddin Al-Raniri datang ke Aceh dan menjadi penasehat Kesultanan, beliau memiliki peran penting saat berhasil memimpin ulama Aceh menghancurkan ajaran tasawuf falsafinya Hamzah Fansuri yang dikhawatirkan dapat merusak akidah umat Islam awam apalagi untuk yang baru memeluknya. Karya karyanya antara lain Bustan Al-Salatin (taman taman raja) dan Shiratal Mustaqim (jalan yang lurus). Sultan Safiatudin berkuasa di tahun 1641-1675 dan banyak daerah Aceh yang melepaskan diri. Pada masa perang Aceh melawan Belanda, Aceh mengalami keruntuhan.
Kerajaan Aceh | Maia Dianti | 5