Kerajaan Gowa Tallo

Sebelum bangsa Indonesia menjadi negara yang merdeka dan demokratis seperti sekarang ini, dahulunya bangsa ini sudah mengalami dan melewati serangkaian peristiwa yang menorehkan sejarah yang tidak bisa kita lupakan dan patut untuk kita pelajari atau minimal kita baca agar kita mengetahui keadaan bangsa kita ini dan kita lebih mengenal bangsa ini agar rasa cinta kita kepada bangsa ini tumbuh lebih kuat dan juga untuk lebih menghargai bangsa kita ini dengan tidak berbuat kerusakan dan mulai belajar untuk hidup bagi orang lain.

Maksudnya adalah hidup kita tidak untuk diri kita sendiri saja, kita harus bisa hidup untuk Tuhan yang telah menciptakan kita, dan untuk orang orang yang ada di sekitar kita, agar hidup kita bahagia dan kita memiliki tujuan yang lebih mulia dari sekadar cita cita yang mungkin selalu berfokus pada keinginan pribadi saja. kembali ke topik awal mengenak sejarah Indonesia pada jaman dahulu, dahulu Indonesia memiliki banyak sekali kerajaan kerajaan baik yang bercorak Hindu dan Budha, maupun kerajaan bercorak Islam atau yang sering disebut dengan Kesultanan. Salah satunya adalah Kerajaan Gowa Tallo.

Kerajaan Gowa Tallo ini adalah gabungan kerajaan Gowa dan Tallo. Pendiri kerajaan ini adalah Daeng Manrabia (Sultan Alaudin) yang berasal dari Gowa dan Kraeng Mantoaya (Sultan Abdullah) yang berasal dari Tallo. Pada tahun 1605. Kerajaan Gowa Tallo mencapai puncak kejayaan atau keemasannya pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin. Kerajaan Gowa Tallo menguasai perdagangan di Indonesia Timur sehingga VOC ingin menghancurkan Gowa Tallo. VOC melalukan blokade pelabuhan Gowa Tallo di Sombaopu, VOC juga telah melakukan politik devide et impera antara Raja Bone, Aru Palaka, dengan Sultan Hasanuddin. Maka di tahun 1666 perang antara Sultan Hasanuddin, dengan VOC dan Aru Palaka pecah.

Yang mengalami kekalahan pada perang itu adalah Sultan Hasanuddin dan beliau diharuskan untuk menandatangani Perjanjian Bongaya. Perjanjian Bongaya berisi:

Makassar mengakui monopoli VOC
Benteng Gowa Tallo diserahkan ke VOC
Makassar membayar kerugian perang
Menyerahkan seribu budak belian
Perlawanan ini dilanjutkan oleh Syeh Yusuf dan Kraeng Galesung.
Kerajaan Gowa Tallo | Maia Dianti | 5