Kerajaan Mataram Kuno

Indonesia yang menyimpan banyak sekali nilai sejarah dan peninggalan masa lalu yang selalu menarik untuk diungkap dan dipelajari seakan tidak habis habisnya menyajikan keunikan kehidupan masa lalu yang pernah ada di nusantara ini. salah satunya adalah kerajaan kerajaan yang pernah berdiri di Indonesia.

Selain menarik untuk dikupas, juga kisah kisah sejarah yang pernah hidup di jaman dahulu ini juga membangkitkan rasa penasaran dan rasa ingin tahu, juga ingin menyingkap lebih banyak lagi namun terkadang keinginan untuk menyingkap hal hal yang belum dapat dikisahkan secara jelas hampir selalu terhalang oleh peninggalan peninggalan yang mungkin sudah rusak, tidak dapat teridentifikasi, dan masih banyak hal lainnya yang menghambat untuk mengeksplorasi lebih dalam apa yang belum dapat disingkap oleh manusia sekarang ini. selain itu, bukti bukti keberadaan kerajaan kerajaan yang pernah hidup di masa lalu di Indonesia ini juga mungkin ada yang sudah termakan usia dan terurai. Salah satu kerajaan yang menarik untuk kita bahas adalah Kerajaan Mataram Kuno.

Kerajaan Mataram Kuno ini didirikan oleh Sanjaya, pada 717. Kerajaan Mataram Kuno beribu kota di Medang Poh Pitu.
Pada 746-784, Rakai Panangkaran menggantikan Sanjaya. Beliau berpindah agama dari Syiwa ke Budha dan juga mendirikan Candi Kalasan.

Pada masa Kerajaan Mataram Kuno ini juga sangat erat hubungannya dengan pembangunan Candi Borobudur. Ya, candi yang sangat terkenal hingga ke seluruh penjuru dunia ini dibangun pada tahun 770-825 yang diselesaikan pada masa Syailendra. Candi Borobudur ini didesain oleh Gunadharma. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang melambangkan bahwa kesempurnaan hidup dapat dicapai dengan 10 tingkatan.

Pada tahun 847-855, Rakai Pikatan dari wangsa Syailendra dan Permaisuri Pramodhawardhani berkuasa setelah berebut takhta dengan Balaputra Dewa yang merupakan adik Pramodhawardhani. Akhirnya Balaputra Dewa melarikan diri ke Sriwijaya dan menjadi raja Sriwijaya.

Pada tahun 898-913, Dyah Balitung, berkuasa mendirikan Candi Prambanan untuk mengalahkan kemegahan Candi Borobudur.
Akhirnya, Kerajaan Mataram Kuno punah akibat dari meletusnya Gunung Merapi pada tahun 928 dan pusat kerajaannya dipindahkan ke Jawa Timur.

Prasasti prasasti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno:

Prasasti Canggal yang berisi tentang kerajaan Mataran diperintah oleh Sanjaya.
Prasasti Kelurak, berisi tentang Dharanindra yang dipuji sebagaiWairiwarawiramardana yaitu ‘penumpas musuh musuh perwira’
Prasasti Balitung, berisi tentang Sanjaya sebagai raja pertama dengan ibukota Medang Poh Pitu. Juga disebutkan silsilah raja Mataram dari mulai Sanjaya hingga turunan ke sembilan yaitu Dyah Balitung.
Prasasti Kalasan, berisi tentang pujian kepada Rakai Panangkaran sebagai ‘permata wangsa Syailendra’
Prasasti Mantyasih, atas nama Dyah Balitung menyebutkan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram sang Ratu Sanjaya.
Kerajaan Mataram Kuno | Maia Dianti | 5