Kerajaan Pajang

Riwayat bangsa Indonesia melalui berbagai masa sejak dari masa masuknya agama, Hindu dan Budha, lalu berdirinya kerajaan kerajaan bercorak Hindu dan Budha, masuknya agama Islam dan tersebar hingga berkembang dan berdirinya kerajaan kerajaan bercorak Islam, sampai pada masa datangnya penjajah dari Eropa seperti Belanda dan Portugis, melewati serangkaian pertempuran dan peperangan yang genting dan getir sampai harus terjadi pertumpahan darah dimana mana hingga kini Indonesia merdeka memang menjadi topik yang menarik untuk kita ketahui.

Selain untuk lebih mengenal bangsa ini dari awal mula berdiri dan serangkaian upaya untuk mempertahankan tanah nusantara ini, juga supaya kita lebih menghargai hasil jerih payah para pahlawan yang sudah membebaskan Indonesia dari penjajahan bangsa bangsa yang pernah menjajah negeri kita untuk mengambil keuntungan.

Sebelum masa penjajahan, Indonesia mengalami masa kerajaan. Yaitu berdirinya kerajaan kerajaan di daerah daerah atau di wilayah wilayah. Ada yang bercorak Hindu-Budha dan ada juga yang bercorak Islam setelah agama Islam masuk dan berkembang. Beberapa kerajaan merupakan lanjutan dari kerajaan sebelumnya. Salah satunya adalah Kerajaan Pajang yang merupakan lanjutan dari Kerajaan Demak yang habis karena perebutan kekuasaan dan pemimpinnya yang dibunuh sampai pusat pemerintahannya dipindahkan ke Pajang, Solo.

Pada tahun 1568, Jaka Tingkir yang membunuh pemimpin Kerajaan Demak yaitu Arya Penangsang, bergelar Sultan Adiwijaya, mendirikan Kerajaan Pajang. Sultan Adiwijaya menghadiahi tanah kepada Ki Gede Pemanahan yang ada di daerah Mataram. Di tahun 1582, Sultan Adiwijaya meninggal dunia dan beliau digantikan oleh putra Raden Prawoto, yaitu Arya Pangiri. Ada upaya perlawanan yang dilakukan oleh penentang Arya Pangiri, yaitu oleh Pangeran Benawa yang merupakan putra Jaka Tingkir, dan Adipati Mataram, Sutawijaya.

Pada akhirnya, di tahun 1586, Arya Pangiri dikalahkan oleh Sutawijaya dan Pangeran Benawa. Pangeran Benawa yang berkuasa selanjutnya di Kerajaan Pajang. Kekuasaan dan kepemimpinan Pangeran Benawa berakhir di tahun 1586, karena tidak memiliki putra mahkota, sehingga riwayat Kerajaan Pajang berakhir dan Kerajaan Pajang akhirnya berada dalam kekuasaan Mataram setelah Pangeran Benawa menyerahkan kekuasaannya kepada Sutawijaya.
Kerajaan Pajang | Maia Dianti | 5