Kerajaan Singosari

Dari sekian banyak kerajaan yang berdiri dan berkuasa di wilayah wilayah yang ada di nusantara, ada salah satu kerajaan yang menurut penulis sangat menarik dan menyita perhatian. Mendengar kata kerajaan disebut, mungkin pikiran kita akan terbayang sebuah istana dengn raja dan prajurit prajuritnya yang hidup tenteram dan sejahtera, berperang menumpas kejahatan dan serangan dari luar, dan juga rakyat rakyatnya yang makmur. Namun, kerajaan yang satu ini bisa dibilang agak lain dari kerajaan yang lain, karena banyaknya pertumpahan darah yang terjadi di dalam kerajaan.

Kerajaan tersebut adalah Kerajaan Singosari. Awal mula kegentingan yang ada di dalam Kerajaan Singosari ini adalah ketika seorang ajudan Bupati Tumapel, yang bernama Tunggul Ametung, dibunuh oleh ajudannya sendiri, yang bernama Ken Arok. Ken Arok membunuh Tunggul Ametung dengan keris buatan Mpu Gandring. Mpu Gandring mengeluarkan kutukan kepada Ken Arok. Ken Arok setelah membunuh Tunggul Ametung, menikahi istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. Tunggul Ametung memiliki putra yang bernama Anusapati dari pernikahannya dengan Ken Dedes. Sedangkan pernikahan Ken Dedes dengan Ken Arok menurunkan Mahisa Wongateleng.

Ken Arok menikahi Ken Umang, dan menurunkan Tohjaya. Pada tahun 1222 Ken Arok mengalahkan Kertajaya, yang merupakan raja Kediri, dan mendirikan Kerajaan Singosari. Namun, pada tahun 1227, Ken Arok dibunuh atas suruhan Anusapati. Setelah Ken Arok terbunuh, pada tahun 1227-1248 Kerajaan Singosari dipimpin oleh Anusapati, putra Tunggul Ametung dengan Ken Dedes. Sayangnya, Anusapati dibunuh oleh Tohjaya, putra Ken Arok dengan Ken Umang, pada tahun 1248. Pembunuhan berlanjut saat putra Anusapati yang bernama Ranggawuni membunuh Tohjaya di tahun 1248. Pada tahun yang sama, yaitu 1248, Ranggawuni diberi gelar Wisnu Wardhana dinobatkan sebagau raja dan menikahi Mahisa Campaka yang merupakan anak dari Mahisa Wongateleng.

Pada tahun 1628, anak Ranggawuni menobatkan anaknya yang bernama Kertanegara untuk menjadi raja. Kertanegara menganut agama Budha Tantrayana, yaitu perpaduan Budha-Syiwa. Pada tahun 1275, Kertajaya mengadakan ekspedisi Pamalayu untuk menahan serangan dari kerajaan Mongol dan beliau mengadakan perkawinan politik antara putrinya dengan putra pewaris kerajaan Kediri, yaitu Raja Jayakatwang. Kertajaya mengusir kerajaan Mongol pada tahun 1289 dan kerajaan Mongol menyatakan perang terhadap Singosari. Pada tahun 1292, Kaisar Kubilai Khan mengirim pasukan untuk menyerang Singosari dan terjadi pembunuhan Kertanegara oleh Jayakatwang sehingga riwayat Kerajaan Singosari habis. Dilanjutkan dengan Majapahit.
Kerajaan Singosari | Maia Dianti | 5